-->

Tuesday, August 25, 2015

Belajar Sambil Menjalin Keakraban di Wisma Gemala, Cisarua

                                                              


 Hai sahabat PENA! Kami perwakilan dari organisasi PENA telah meliput kegiatanMOS di Wisma Gemala untuk tahun ajaran 2015-2016. Pada tanggal 4 Agustus sampai dengan 5 Agustus 2015 siswa kelas 7 melakukan kegiatan Masa Orientasi Sekolah di Wisma Gemala, Cisarua. Lama perjalanan dari sekolah ke Wisma Gemala hanya menempuh sekitar satu jam.


            Kegiatan pertama adalah materi Kepemimpinan, yang disampaikan oleh Pak Riki. Materi ini memberikan gambaran tentang sifat-sifat yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin, misalnya seorang pemimpin harus memiliki sifat adil, misalnya adil ketika memberikan tugas. Dalam kegiatan ini siswa kelas 7 diberi kesempatan untuk menjadi sebuah pemimpin dalam kelompoknya. Sehingga mereka dapat merasakan langsung rasanya menjadi seorang pemimpin.


Kegiatan yang keduasiswa kelas 7 mendapatkan materi “Study Smarter, not Harder”, yang diberikan oleh Bu Dian. Dalam kegiatan ini siswa kelas 7 diberi tips-tips untuk belajar dengan maksimal.


Materi terakhir adalah “Bijak Menggunakan Uang” yang diberikan oleh Pak Riki. Melalui materi ini Pak Afriki memberikan beberapa tips mengenai bagaimana cara menggunakan uang dengan efektif. Bijak menggunakan uang sebenarnya bisa dimulai dari hal kecil, seperti uang jajan sekolah. Siswa kelas 7 dapat mulai dari membeli hal yang dibutuhkan, bukan sekedar apa yang diinginkan. Dengan demikian siswa kelas dapat lebih efektif dalam menggunakanuang sakunya.


Setelah istirahat, siswa diminta membuat refleksi yang mencakup seluruh kegiatan mereka di hari pertama.


Kegiatan terakhir pada hari pertama adalah kegiatan pengayaan. Tidak seperti kegiatan sebelumnya yang dilakukan dalam kelas, kegiatan ini dilakukan di luar ruangan.Dalam kegiatan ini, siswa diuji seputar pemahaman materi yang telah mereka peroleh di sesi sebelumnya. Dalam kegiatan ini juga, mereka juga diberikan sedikit tantangan, yaitu dengan mata mereka yang ditutup mereka bekerjasama dalam kelompok untuk berjalan ke tiap pos yang telah disediakan. Di setiap pos, mereka akan diberi pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Nah, di sinilah letak kerumitan kegiatan, karena mereka harus berjalan bersama namun dalam keadaan mata tertutup. Di sini juga kegiatan ini menjadi lebih menyenangkan walau memang menjadi menegangkan juga. Kegiatan ini dilaksanakan hingga malam.


Kegiatan di hari kedua di mulai dengan senam pagi. Walaupun dalam cuaca yang cukup dingin, siswa kelas 7 harus melaksanakan senam pagi agar badan pun segar. Setelah kegiatan senam pagi siswa kelas 7 melaksanakan kegiatan team building. Dalam kegiatan ini mereka melakukan berbagai macam games. Namun tak hanya sekedar games, mereka juga harus melakukannya dengan bekerja sama dengan kelompok masing-masing. Kegiatan ini menjadikan siswa kelas 7 dapat bekerja sama baik dengan teman sekelompoknya. Mereka juga dapatlebihdekatdenganteman yang lain.


Melalui kegiatan selama dua hari di Wisma Gemala, siswa diharapkan mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk dirinya. Siswa juga dapat lebih mudah beradaptasi dengan teman lain, sehingga mereka menjalin pertemanan menjadi lebih dekat. Sekian dari kami liputan MOS kali ini, Terima Kasih!


[Allysha & Damira]

Tuesday, August 4, 2015

Sampai Jumpa dan Selamat Bekerja!

Halo sobat PENA! Kami harap kamu baik-baik saja! Waktu cepat sekali berlalu. Angkatan PENA tahun 2014/2015 sekarang telah menduduki kelas 9 dan akan bersiap-siap untuk menghadapi sederet ujian. Kami harus fokus terhadap ujian. Ya, di mana ada awal, pasti ada akhir. Kami sedih untuk mengatakan ini, tapi harus kami katakan - Ini adalah artikel terakhir dari angkatan kami.

Tentu, kami tidak percaya bahwa dua semester sudah berlalu. Padahal, di awal PENA berganti pengurus, kami merasa bahwa dua semester akan menjadi perjalanan yang menantang dan berlangsung lama. Tetapi, rupanya kenyataan berkata lain. Memang, ada rintangan-rintangan yang kami hadapi selama mengurus PENA, seperti mencari topik, deadline (masalah terbesar kami), hal-hal mendadak terjadi, dan masih banyak lagi. Walau begitu, kami berhasil mengatasi masalah-masalah itu bersama, bersembilan. Hal-hal sulit pun menjadi mudah dengan bersama.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan YME, Pak Afriki yang membantu kami mempromosikan blog, Bu Santi yang membimbing kami, orang tua dan guru-guru yang terkadang memberi ide cemerlang, dan tentu saja, kalian semua yang sudah mendukung kami dengan membaca artikel kami, entah itu di mading maupun blog kami. Kami tidak akan seperti ini tanpa kalian. Masih banyak harapan-harapan PENA yang belum tercapai. Itulah salah satu alasan mengapa waktu terlalu cepat beralu untuk kami. 

Lantas, siapa yang akan mengurus PENA sekarang? Mereka adalah angkatan 2015/2016 yang terdiri dari beberapa murid kelas 8 sekarang, yang masih belum sepenuhnya siap karena beberapa hal (tapi mereka akan bekerja secepatnya kok). Jadi, kami sangat berharap bila pengurus berikutnya bisa meneruskan semangat kami, memberi inovasi baru, dan menyelesaikan tugas-tugas kami yang belum selesai. Para pengurus berikutnya, tunjukkanlah kemampuan kalian! Kami yakin bahwa kemampuan kalian bisa menyamai atau (baiknya lagi) lebih dari kami.

Namun, tenang saja. Kalian mungkin masih bisa membaca artikel-artikel dari angkatan PENA 2014/2015. Bisa jadi, ada mantan anggota yang 'iseng' menulis artikel untuk di mading maupun di blog. Kalian juga bisa membaca artikel-artikel yang kami tulis selama periode pengurusan kok!

Terima kasih! Kami sangat senang bisa melakukan ini. Sampai jumpa, suatu hari nanti!


-Anggota PENA – Nisa, Nabil, Karissa, Adiv, Deva, Diva, Emil, Naila, Tsabita

PS: Tampilan blog akan diurus secepatnya setelah angkatan 2015/2016 sudah siap bekerja.

Thursday, June 18, 2015

Program Hijau, Belajar Serunya Urban Gardening

                Sebagai persiapan program di kelas 9 nanti, yaitu berkebun, siswa-siswi kelas 8 mempelajari tentang urban gardening mulai dari tanggal 15 hingga 18 Juni 2015. Setiap hari, para siswa akan menuliskan pertanyaan yang berhubungan dengan urban gardening dan di akhir kegiatan, mereka akan menuliskan apa saja yang sudah mereka dapatkan dari program tersebut. Apa saja kegiatannya? Mari kita simak!

                Hari Pertama, 15 Juni 2015 – Mengenal urban gardening
Siswa-siswi di hari itu baru mengetahui apa yang disebut urban gardening. Urban gardening adalah kegiatan berkebun di tengah-tengah perkotaan, misalkan di rumah sendiri. Di pagi hari, mereka mencari sedikit tentang berkebun lewat internet maupun buku. Setelah itu, agar rasa keingintahuan siswa bisa lebih terpuaskan, sekolah Tara Salvia mengundang Bu Diah untuk memberikan presentasi tentang berkebun. Bu Diah adalah salah satu koodinator komunitas Banten Berkebun, yaitu bagian dari komunitas Indonesia Berkebun yang mengajak masyarakat perkotaan berkebun di lahan sendiri. Semua siswa antusias dalam mendengarkan presentasi dan aktif dalam bertanya jawab. Selain itu, siswa-siswi juga bermain games tebak sayuran. Kegiatan dilanjutkan dengan Bu Diah mengajari siswa-siswi berkebun kangkung sendiri di pot. Terakhir, Bu Diah mengajak siswa-siswi untuk mengunjungi kebun milik Banten Berkebun yang terletak di BSD.

                Hari Kedua, 16 Juni 2015 – Menanam sayuran di kebun milik Banten Berkebun
Ayo beri sekat!
Pagi itu, siswa-siswi kelas 8 pergi ke kebun milik Banten Berkebun di BSD, sesuai dengan ajakkan Bu Diah. Saat tiba di kebun, para siswa diperlihatkan berbagai macam sayuran, seperti bayam, kangkung, cabai, basil, dan berbagai sayuran lain. Kegiatan di sana diawali dengan menyiapkan lahan untuk menanam bayam dan kangkung. Tak hanya siswa juga, guru juga ikut menyiapkan lahan. Setelah itu, mereka menaburkan bibit bayam dan kangkung. Tahap selanjutnya, beberapa siswa membuat tanah tidak lengket dan tercampur menggunakan traktor. Terlihat beberapa siswa mengerjakannya dengan mudah, namun beberapa kesulitan karena beratnya traktor. Terakhir,para siswa dan guru bisa memetik bayam dan kangkung sendiri dan membelinya supaya bisa dibawa pulang dan dimasak. Siswa merasa sangat senang bisa menanam dan memetik sayuran sendiri.

Hari Ketiga, 17 Juni 2015 – Berkunjung ke Rumah Bu Nuty
Bu Nuty sedang memberikan penjelasan.
Untuk mempelajari urban gardening lebih jauh, siswa kelas 8 pergi ke rumah Bu Nuty, orang tua dari salah satu murid Tara Salvia, Givary. Setibanya di rumah, siswa-siswi diceritakan tentang pengalaman urban gardening Bu Nuty, yang berawal dari mencari kegiatan positif di rumah. Rupanya, urban gardening tidak terlalu sulit untuk dilakukan, hanya perlu kesabaran, ketelatenan, dan pantang menyerah. Setelah itu, Bu Nuty menunjukkan kebun kecilnya di lantai atas rumahnya. Di sana, ada sayuran mint, selada, kemangi, kale, dan masih banyak lagi. Kebun tersebut sudah dirawat sejak lebih dari setahun yang lalu, saat Bu Nuty pertama kali menanam pohon tomat dan cabai. Semua siswa dan guru yang berkunjung diperbolehkan untuk mendapatkan dua bibit sayuran dengan cuma-cuma.

Hari Keempat, 18 Juni 2015 – Perencanaan Berkebun
Setelah melakukan kunjungan ke berbagai tempat dan mencari informasi, siswa-siswi kelas 8 akhirnya menerapkan semua ilmu yang sudah didapatkan mengenai urban gardening dengan membuat perencanaan awal berkebun untuk di kelas 9 nanti. Siswa sudah dibagi dalam beberapa kelompok dan mulai membuat perencanaannya dalam bentuk presentasi. Perencanaan mencakup biaya, jadwal perawatan, dan pestisida yang dipakai untuk mengusir hama. Pestisida yang dipakai harus alami, tidak boleh kimia. Contohnya ada bawang putih, cabai, dan daun kemangi. Presentasi tiap kelompok ditampilkan dengan menarik dan sesekali siswa tertawa karena presentasi yang menghibur.

Dari sini, siswa belajar bahwa berkebun sendiri di tengah perkotaan bisa menjadi hal yang menyenangkan dan membawa banyak sisi positif untuk kita maupun lingkungan. Sayuran yang dipetik bisa dimakan dan kualitasnya leih terjamin. Lingkungan menjadi lebih bersih dan hijau dengan banyaknya sayuran. Program menanam sayuran sendiri baru dilaksanakan di tahun ajaran depan.


[Nisa]

Wednesday, May 27, 2015

Berjualan Makanan Sehat di 'Kafe Sehatku'


Sebagai bekal projek akhir dari tema ‘Kafe Sehatku’, kelas 8 belajar untuk berjualan secara berkelompok dengan membuat kafe. Sesuai dengan temanya, menu yang disajikan harus sehat. Mulai dari hari Senin, 11 Mei sampai hari Jumat, 15 Mei, setiap dua kafe memiliki kesempatan untuk berjualan dalam satu hari, yaitu saat snack time. Kegiatan berjualan di Kafe Sehat ini dijadikan bahan penilaian Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPS, TIK, Pengembangan Diri, dan Matematika.

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dan dijadikan penilaian dalam setiap pelajaran. Hal yang paling penting adalah kerja sama dan perencanaan kafe. Semua siswa bekerja keras untuk memenuhi kriteria tersebut.

Beberapa minggu sebelum berjualan, semua siswa dan siswi kelas 8 sudah sibuk menyiapkan diri dan perlengkapan mereka. Mulai dari membuat nama kafe, membuat boks untuk meletakan brosur, dan pembagian tugas. Semua siswa sangat antusias dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Untuk pembagian berjualan, sudah diatur dan diumumkan saat siswa sedang dalam persiapan. Berikut adalah urutan berjualannya.

Masing-masing kelompok menjual makanan yang sehat dan dibuat sendiri oleh tiap anggota kelompok. Menu-menu tersebut sangat bervariasi, namun tetap sehat dan enak. Contohnya ada nasi merah, jus pepaya, sandwich, makaroni, pai nanas, dan banyak lagi! Para siswa siswi dan guru menikmati menu yang dihidangkan! Harga-harganya juga terjangkau!

Ternyata, membuat kafe tidaklah mudah. Hampir semua siswa mengaku, ada banyak sekali kendala yang dialami oleh tiap kelompok. Namun, pengalaman ini membuat para siswa banyak belajar. Itulah sekilas tentang kegiatan Kafe Sehat dari kelas 8.


[Karissa]

Monday, May 18, 2015

Belajar Hidup Sehat dari Burgreens


        Pada hari Selasa, 5 Mei, siswa-siswi kelas 8 SMP Tara Salvia melaksanakan fieldtrip ke sebuah kafe. Fieldtrip ini sebenarnya bertujuan untuk mempersiapkan siswa-siswi kelas 8 yang akan berjualan di sekolah. Di Tara Salvia, fieldtrip memang selalu dikaitkan dengan materi pembelajaran, bukan sekedar jalan-jalan. Lewat fieldtrip, siswa memperoleh wawasan baru seputar materi yang dipelajari untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

Saat itu, siswa kelas 8 belajar tentang hidup sehat. Maka, mereka mengunjungi kafe yang bernama ‘Burgreens’. Tempatnya tidak terlalu besar, tapi di balik itu, kafe ini punya banyak sekali hal positif lho! Hal inilah yang menjadikan Burgreens sebagai tempat yang dikunjungi dalam rangkaian pembelajaran materi ini. Apa saja memangnya?

                Di antara berbagai restoran yang menjual fast food, makanan berdaging, dan berbagai restoran lain, Burgreens justru mengambil konsep menu vegetarian! Yap, semua menu di sini terbuat dari 100% sayur dan kacang-kacangan! Hal lain yang membuat kafe ini unik adalah makanannya. Mereka menggunakan burger sebagai media utama makanan vegetarian! Wah, bagaimana bisa burger menjadi makanan vegetarian? Untuk mejawabnya, kita langsung saja ke cerita saat di Burgreens!

                Setibanya di Burgreens, anggota PENA langsung memesan berbagai macam menu. Mereka memesan Quartro Burger, Spinach Nugget, Raw Cocoa Ball, dan masih banyak menu lain! Rasa penasaran membuat mereka tidak sabar untuk mencicipi menu yang tersedia! Setelah memesan, anggota PENA mengobrol sambil menikmati tempat yang disediakan. Tempat makan di Burgreens hampir semuanya bersifat outdoor, alias di luar. Terdapat berbagai tanaman di sekitar tempat makan yang membuat suasana di sana terasa hijau dan tidak terlalu panas. Selain itu, tidak banyak kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di sekitar Burgreens.


               Makanan yang anggota PENA coba pertama adalah Raw Cocoa Ball. Makanan ini bisa langsung dibeli tanpa harus menunggu  (tinggal mengambil). Saat dimakan, cokelatnya terasa manis, namun bukan manis cokelat maupun gula. Rupanya, Raw Cocoa Ball ini memakai kurma sebagai bahan pemanis! Cokelatnya bahkan tidak membuat mual. Selanjutnya adalah Spinach Nugget! Satu piringnya terdiri dari enam nugget dan... Siapa sangka, isinya bayam! Enak lho, sayurnya tidak terasa! Terakhir, menu yang ditunggu-tunggu, Quarto Burger! Menu ini terdiri dari empat mini burger dengan ‘daging’ yang isinya berbeda-beda. Sayurnya juga tidak terasa, malah membuat ketagihan! Puas deh!

                Setelah kenyang menyantap menu, siswa-siswi kelas 8 bertemu dengan pemilik Burgreens, yaitu Kak Max dan Kak Helga. Mereka berbagi cerita mengenai hidup sehat dan tips berbisnis. Rupanya, kedua pemilik pertama tersebut bertemu di Belanda dan memutuskan untuk membuka restoran bersama. Dengan bantuan Kak Banyu (salah satu pemilik juga), mereka mendapatkan tempat untuk membuka Burgreens di Rempoa. Lalu, karyawan pertama mereka, Kak Glenn, diangkat menjadi pemilik juga. Kebanyakan pemiliknya merupakan vegetarian, bahkan ada yang sudah 10 tahun.  Pada awal bulan usaha dibuka, mereka memiliki banyak kendala. Tapi, semakin lama, mereka terbiasa untuk menjalankan usaha ini. Selain itu, mereka juga bercerita tentang hidup sehat! Kak Max dan Kak Helga memberi tahu kami tentang delapan obat alami, yaitu:
  • Nutrition, menghindari obat-obat kimia dan menjaga agar pH tubuh tetap di antara angka tujuh hingga 14. Hal ini bisa dicapai dengan mengurangi konsumsi daging dan melakukan kegiatan positif.
  • Exercise, yaitu berolahraga. Berjalan kaki pun sudah cukup kok!
  • Water, minumlah air sekitar tiga hingga empat liter per hari.
  • Sunshine and smile, sinar matahari sangat baik untuk tulang dan tertawa dapat meningkatkan daya tahan tubuh lho!
  • Temprence, alias kontrol. Jangan terlalu berlebihan atau kurang dalam melakukan sesuatu atau kamu akan mendapatkan dampak buruknya. Misalkan, jangan olahraga terlalu lama hingga kamu kelelahan sekali, karena justru daya tahan tubuhmu akan menurun dan penyakit bisa menyerangmu.
  • Air, yang berarti udara, bukan air (water)! Sebaiknya, hiruplah udara ari alam, jangan dari AC.
  • Rest, istirahat. Tidur... Tidur... Tidur... Zzzzz... -eh, masih ada lagi!
  • Trust, tetap percaya dengan Tuhan.

Susah menghafalnya? Mudah, ingat saja huruf awalnya, maka akan terbentuk kalimat ‘NEW START’!

Selain itu, Kak Max dan Kak Helga masih bercerita banyak hal. Seperti cara bekerja kelompok yang baik, awal mulanya makanan di menu Burgreens tercipta, dan banyak lagi! Perbincangan berlangsung dengan santai dan dipenuhi rasa penasaran para siswa, bahkan masih ada yang ingin bertanya walau waktu sudah habis. Yap, para siswa harus kembali ke sekolah. Yah... Tapi, banyak sekali yang mengaku bahwa kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam!

Jadi, apa kesimpulannya? Hidup sehat itu mudah kok, tidak rumit. Tinggal masalah menjalankannya saja, apakah kamu memiliki niat atau tidak. Selain itu, cerita kakak-kakak di Burgreens juga mengajari tentang keramahan, bekerja sama, pantang menyerah, dan banyak lagi!

[Nisa]

Wednesday, May 6, 2015

Perayaan Hari Bumi di Tara Salvia

         
  Ada banyak hari istimewa yang dirayakan setiap tahunnya. Nah, salah satunya adalah Hari Bumi. Hari Bumi dirayakan setiap tahun pada tanggal 22 April. Di hari istimewa tersebut, kita bisa melakukan berbagai kegiatan sebagai apresiasi kita untuk bumi, yakni tempat tinggal kita. Kita semua juga perlu meningkatkan kesadaran kita untuk selalu menjaganya. Bumi kita sedang dalam keadaan yang kurang baik karena kegiatan manusia yang menyebabkan pemanasan global. Jadi, kita harus menghindari kebiasaan yang menyebabkan kondisi Bumi makin memburuk.

            Kita bisa memulai dengan hal-hal yang kecil. Yaitu, membuang sampah pada tempatnya, menghemat penggunaan kertas, menggunakan tas sendiri saat berbelanja, berjalan kaki ke tempat yang dekat, dan lain-lain. Kita juga bisa menanam pohon dan mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak dapat dipakai.

           
Nah, saat tanggal 22 April lalu, Deva bersama beberapa teman dari OSIS berpartisipasi di kegiatan Hari Bumi di Tara Salvia. Kegiatan pertama ini tersebut dimulai dari pukul 08:00 sampai 09:00 pagi. Di kegiatan ini, Deva dan kawan-kawan mengajari para adik kelas 3 sampai 5 SD tentang cara membuat bunga menggunakan plastik bekas dan kawat. Keterampilan membuat bunga ini diperoleh Deva dan teman-temannya saat melaksanakan program Belajar di Komunitas Lain di Pajarakan.

           
Adik kelas terkadang kesulitan di beberapa tahap. Misalnya saat menggunting plastik karena plastiknya berlapis-lapis. Memang, pada awalnya cukup sulit. Tapi, jika kita selalu mencoba, nanti lama-lama pasti juga bisa. Sebagian adik kelas bahkan bisa membuat bunga yang bisa dibilang keren banget, walaupun ini pertama kali mereka membuatnya. Deva dan teman-temannya justru kagum, haha!

            Kemudian, kegiatan kedua diadakan di aula gedung SMP. Kegiatan ini dimulai dari pukul 14:15 sampai 15:00 siang. Pertama, semua siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang berisi sekitar lima orang. Setiap kelompok diberi satu artikel. Mereka harus menuliskan fakta-fakta yang terdapat dalam artikel tersebut di kertas yang sudah disediakan.


            Setelah itu, beberapa kelompok memberitahu fakta-fakta yang mereka sudah temukan dari artikel  di depan kelompok yang lain dan membahasnya bersama-sama. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kini bumi kita memang sedang berada dalam kondisi yang tidak begitu baik. Ternyata, ketinggian air laut naik sekitar 3 mm setiap tahunnya karena sebagian banyak es di daerah kutub sudah mencair, akibat dari pemanasan global. Sebagian banyak hutan di Kalimantan sudah hilang karena penebangan ilegal. Kemudian, kami semua menulis refleksi tentang apa yang sudah kami lakukan untuk menjaga Bumi dan apa yang akan dilakukan untuk masa yang akan datang.

           
Dari kedua kegiatan ini, kita bisa mengetahui berbagai hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga tempat tinggal kita dan mengapa kita harus melakukannya. Jika kita tidak bisa hidup nyaman di bumi lagi, di mana lagi kita bisa tinggal? Tidak ada tempat lain, ‘kan? Nah, karena itu, ayo kita mengapresiasi bumi kita ini dengan melakukan kegiatan yang positif!

[Deva]


Tuesday, April 21, 2015

Kartini Sang Pencerah

Raden Ajeng Kartini, atau yang sering dipanggil Kartini, adalah salah satu pahlawan Indonesia. Beliau lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879, dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah pada tanggal 17 Desember 1904. Saat meninggal, Beliau baru menginjak umur 25 tahun. Sosok beliau dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Kartini adalah sosok yang telah memperjuangkan pendidikan bagi para kaum wanita di Indonesia.  Ide-ide besarnya itulah yang dapat membuat pendidikan bagi para wanita terus maju dan berjalan. Beliau adalah sosok yang sangat berani karena beliau telah membuat derajat wanita menjadi setara dengan pria. Beliau juga memberantas kebodohan dan memajukan kaumnya.  Beliau bahkan membuka sekolah untuk para remaja wanita pada zaman itu. Ia mengajarkan menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya.

Bayangkan jika tidak ada Kartini, apa yang akan terjadi? Bisa saja sampai saat ini para wanita tetap dipandang jauh derajatnya dari kaum laki-laki, tidak bisa mencari ilmu hingga ke luar negeri seperti sekarang. Wanita tidak bisa bebas mencari pendidikan dimana-mana. Perjuangan Kartini telah menginspirasi berbagai wanita di Indonesia untuk membuktikan bahwa wanita juga bisa memberi kontribusi bagi Indonesia maupun dunia. Beberapa wanita Indonesia telah membuktikannya.

Kartini jangan hanya dikenang saja, namun contoh sikapnya. Di era modern ini, masih ada wanita yang memperjuangkan pendidikan Indonesia. Salah satunya adalah Butet Manurung. Lahir pada 21 Februari 1972, Manurung mendirikan ‘Sokola Rimba’, yaitu sekolah untuk warga Rimba. Hal ini berawal dari sebuah iklan yang membutuhkan pengajar untuk warga Rimba. Sekolah ini didirikan karena kesadaran pendidikan warga Rimba yang kurang, menganggap bahwa pendidikan adalah budaya luar. Manurung mengajari mereka membaca dan berhitung agar kelak nanti, warga Rimba tidak lagi sering tertipu oleh surat perjanjian palsu dan menyebabkan kerugian kepada warga Rimba. Sekolahnya pun sederhana dan bersifat nomaden. Berkat jasanya, Manurung menerima berbagai macam penghargaan, baik nasional maupun internasional.

           
Wanita yang telah membanggakan Indonesia di rancah mancanegara adalah Sri Mulyani Indrawati. Beliau sekarang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Sebelumnya, Mulyani menjabat sebagai Executive Director Dana Moneter International, mewakili 12 negara ASEAN. Setelah itu, Mulyani menjabat sebagai menteri keuangan kabinet Indonesia bersatu, menggantikan Jusuf Anwar. Lalu, pada 1 Juni 2010, Mulyani menjabat sebagai direktur pelaksana bank dunia. Mulyani memiliki pribadi yang cerdas, pandai bersosialisasi, serta kritis. Pada 2014 lalu, Forbes memasukkan nama Mulyani di 100 Most Powerful Woman, menduduki peringkat 38.


            Kita juga harus mencontoh keinginan mereka untuk memberantas kebodohan dan membanggakan Indonesia. Kita merayakan hari Kartini setiap tanggal 21 April untuk menjadi pengingat agar kita dapat menjadi lebih baik.

[Diva dan Nisa]