-->

Wednesday, April 8, 2015

Langkah Kecil Tara Salvia untuk Lingkungan

               
Lubang biopori
Di Tara Salvia, kami peduli terhadap lingkungan. Kami tunjukkan ini lewat hal-hal kecil, namun memberi dampak besar. Apa saja kegiatan yang dilakukan Tara Salvia untuk menjaga lingkungannya?

                Hal yang paling mudah dilakukan adalah menjaga kebersihan. Jarang terlihat sampah-sampah berserakan di sekitar lingkungan Tara Salvia. Mengapa begitu? Semua warga Tara Salvia, murid, staf, dan guru, selalu membuang sampah pada tempatnya. Tempat sampah dipisahkan sesuai jenisnya, yaitu sampah B3 (Bahan-bahan berbahaya), sampah plastik, dan sampah organik. Warga yang tidak membuang sampah pada tempatnya akan ditegur. Tempat sampah tersedia di berbagai sudut sekolah sehingga tidak ada alasan untuk membuang sampah sembarangan.

               
Menimbun sisa makanan
Sampah yang dihasilkan tidak dibiarkan menumpuk tanpa manfaat. Siswa Tara Salvia berperan aktif dalam mengelola sampah, terutama sampah sisa makanan. Program Tara Salvia lainnya untuk menjaga lingkungan adalah mengisi lubang biopori. Program ini sudah dilaksanakan sejak 2013 oleh OSIS dalam rangka menjaga kesuburan tanah. Sudah ada lebih dari 10 lubang biopori yang tersebar di sekitar halaman Tara Salvia. Lubang biopori bermanfaat untuk menambah bidang resapan air dengan cara memanfaatkan mahluk pengurai yang membuat lubang. Mahluk pengurai akan semakin banyak datang ke lubang biopori jika ada makanan yang ditimbun. Karena itu, ada siswa-siswi yang bertugas mengisi lubang biopori ini dengan sisa makanan. Karena itu, sisa-sisa makanan dari makan siang tidak begitu saja dibuang, tapi akan dikumpulkan dalam satu ember. Sisa-sisa makanan lalu ditaruh di semua lubang biopori. Petugasnya adalah sukarelawan dari kelas 7 dan 8.

Kerja bakti
               Tara Salvia tidak hanya peduli dengan lingkungan di dalam, namun di luar sekolah juga. Oleh karena itu, saat Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengadakan kerja bakti, Tara Salvia melibatkan siswanya untuk ikut serta. Jumat tanggal 20 Maret 2015, murid-murid kelas 7 melakukan kerja bakti di luar sekolah. Tak hanya kelas 7 saja, staf-staf Tara Salvia juga ikut membantu dalam kerja bakti. Mereka membersihkan selokan, mencabuti rumput liar, dan membuang sampah. Sampah yang dibuang juga dipisahkan antara organik dan non organik. Program berlangsung selama sekitar satu jam. Tujuan dari program ini adalah untuk menjaga kebersihan bukan hanya di lingkungan yang biasa kita kunjungi saja, namun di luarnya juga. Setidaknya di sekitar luar lingkungan itu.
                
Mencabuti rumput liar
            Awalnya, siswa-siswi kelas 7 merasa jijik terhadap sampah yang ada di selokan. Namun, lama-kelamaan mereka justru ketagihan memunguti sampah. Mereka senang sekali bisa ikut turut serta untuk menjaga lingkungan dan menikmati kegiatan ini. Beberapa siswa malah merasa durasi waktu kerja bakti kurang. Mereka juga berharap program ini bisa dilaksanakan terus-menerus. Dari sana, mereka menyadari, mengapa akhir-akhir ini mudah sekali terjadi banjir, yaitu karena selokan yang mampet oleh tanaman liar dan sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Lewat program ini, kita bisa belajar untuk menjaga lingkungan di sekitar kita, di luar maupun dalam. Jangan hanya di lingkungan yang sudah kita kenali saja.

                Itu adalah program-program lingkungan yang dilaksanakan Tara Salvia. Program-program ini tentu akan sangat berguna terhadap kebersihan lingkungan. Dampak-dampaknya pun besar, seperti membuat lingkungan lebih bersih dan sehat, mengurangi penyebab banjir, dan menyuburkan tanah. Semua warga pasti akan merasakan manfaatnya, sekecil apapun itu.


[Nisa]

Wednesday, March 25, 2015

Belajar dari Komunitas Lain


Ciss!!!

          
     Pada tanggal 21 hingga 28 Februari 2015, siswa-siswi kelas 8 SMP Tara Salvia tinggal di Kota Banyuwangi, Kota Pacitan, dan Desa Pajarakan di Jawa Timur dalam rangka program ‘Belajar di Komunitas Lain’. Dalam kegiatan ini, SMP Tara Salvia bekerjasama dengan SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 1 Pacitan, dan SMPN 1 Pajarakan. Program ini dilaksanakan untuk melatih kemampuan beradaptasi siswa secara mandiri di komunitas yang berbeda dari komunitas asal mereka.

                
Naik kereta api... Tut tut tut...

     Tanggal 21 Februari, kelompok Banyuwangi berangkat. Lalu, 22 Februari, giliran kelompok Pajarakan dan Pacitan berangkat. Sampai di kota tujuan, para orangtua  dan teman angkat mereka langsung menjemput mereka. Pada hari pertama, ada yang mengaku sedikit kaku, ada juga yang langsung merasa nyaman di dalam komunitas baru. Beberapa anak langsung diajak saudara angkat mereka berpergian. Yang lain lebih memilih mengobrol di rumah.


Siap grak!

    Hari Senin, 23 Februari 2015, siswa-siswi SMP Tara Salvia masih lebih memilih mengobrol dengan teman sesama SMP Tara Salvia ataupun dengan saudara angkat. Tentu saja, ada yang langsung nyambung dengan teman sekolah yang lain. Rupanya, murid-murid SMP di sana ramah dan menyambut dengan baik kedatangan siswa SMP Tara Salvia. Beberapa memiliki kegemaran yang sama, sehingga memudahkan proses beradaptasi.
               
Kring kring, sepeda!
     Banyak persitiwa yang terjadi selama berada di komunitas yang baru, dari yang baik hingga yang buruk. Ada yang diajak ke tempat wisata oleh keluarga atau teman kelasnya, belajar bermain sepeda, belajar bahasa yang berbeda. Bahkan ada yang menjadi ‘artis dadakan’! Tetapi ada juga pengalaman buruk seperti terjatuh dari sepeda. Walau begitu, semua pengalaman tersebut menjadi pelajaran untuk para siswa SMP Tara Salvia kedepannya. Belajar untuk lebih mandiri, aktif bertanya, menjadi teman yang baik, dan mempunyai pendirian yang kuat.

                
     
Kayaknya enak!
Tak terasa, lima hari berlalu sudah. Siswa-siswi SMP telah akrab satu sama lain. Mereka saling bertukar informasi seperti media sosial, tanda tangan, bahkan sekadar berfoto bersama. Semoga persahabatan ini tidak putus di sini dan terus berlanjut untuk selamanya!




Semoga pertemanan kami terus bertahan!

[Tsabita]

Tuesday, March 24, 2015

Liputan: Lomba FLS2N dan OS2N

Dari kiri-kanan: Ailsa, Nisa, Karissa
Hari Sabtu tanggal 7 Maret 2015, pukul 08.00 WIB, Sekolah Menara Harapan yang terletak di Jalan R.E. Martadinata No.35, Ciputat, Tangerang Selatan, dipenuhi oleh banyak peserta lomba yang merupakan siswa-siswi SMP. Namun, apakah kau tahu jika di antara para peserta yang mengikuti lomba tersebut, ada empat siswi SMP Tara Salvia yang juga ikut? Mereka ini adalah Nisa yang mengikuti kategori seni membuat poster, Ailsa pada kategori menciptakan lagu, Rizky di kategori membuat batik, dan Karissa mengikuti seni lukis. Tetapi, lomba apa sebenarnya ini? Lomba tersebut disebut ‘FLS2N’ dan ‘O2SN’. Lomba seni ini diadakan untuk sekolah-sekolah yang ada di Kota Tangerang sebagai ajang  menunjukan bakat siswa-siswinya di berbagai kategori seni. Bagaimana sih, suasana di sana?

Pendaftaran ulang di hari itu sangat ramai. Banyak peserta yang mendaftarkan diri mereka dan memberikan karya yang sudah dibuat (bila memungkinkan) Setelah pendaftaran, keadaan menjadi semakin ramai dan pintu auditorium akhirnya dibuka. Semua peserta yang sudah menunggu pun masuk ke dalam ruangan dan duduk sesuai kategori yang diikuti. Kategori yang ada di lomba ini ada banyak. Ada desain poster, lukis, cipta lagu, seni baca Al-Qur’an, tari, membuat cerpen, story telling, dan lainnya.  Banyak sekolah yang mengirim siswa-siswanya untuk mengikuti lomba ini.

Banyak hal yang menarik dan menyenangkan di sini. Kalau diperhatikan, banyak siswa tari yang menggunakan face painting dan aksesoris unik. Penampilan grup vokal juga kompak dan suara setiap peserta indah!

Acara lomba ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, ada pembacaan Al-Qur’an oleh salah satu peserta yang mengikuti kategori seni baca Al-Qur’an. Dilanjutkan dengan sambutan dari panitia Gugus 03 Tangerang Selatan. Panitia menyebutkan bahwa ada 96 peserta dari berbagai sekolah yang mengikuti lomba ini. Setelah itu, ada sambutan dari Kepala Sekolah SMP Menara Harapan dan Dinas Pendidikan.

Penampilan biola SMP Menara Harapan
Sebelum lomba dimulai, ada beberapa penampilan dari berbagai sekolah. Urutan penampilan pembuka diatur secara berselang-seling. SMP Menara Harapan menampilkan permainan biola yang dibawakan oleh tujuh orang siswa kelas 7 dan 8. Permainan mereka sangat kompak dan lancar. Dilanjutkan Tari Kuda yang ditampilkan oleh seorang siswi dari SMPN 3. Lalu ada paduan suara dari SD Menara Harapan yang ikut mengisi acara. Terakhir, peserta dari Al-Fath menampilkan seni bela diri wushu yang rupanya ditampilkan oleh juara wushu tingkat internasional di Beijing, hebat!

Setelah penampilan awal, peserta dan penonton dipersilahkan untuk keluar auditorium dan berkeliling untuk melihat karya dan lingkungan Sekolah Menara Harapan. Setelah itu, peserta dan penonton masuk lagi ke dalam auditorium untuk melihat berbagai lomba yang dilaksanakan pada hari itu. Lomba diakhiri dengan ucapan terima kasih dari panitia lomba. Semoga para peserta (terutama dari SMP Tara Salvia) mendapatkan hasil terbaik!
Beberapa minggu kemudian, hasil lomba cipta lagu diumumkan dan ternyata, Ailsa berhasil lolos! Satu hal yang dapat dipelajari dari lomba ini, menang ataupun kalah bukanlah suatu tujuan. Tujuan dari lomba ini adalah untuk menunjukkan kreatifitas dan membagikan ilmu seni yang kita miliki.

Jadi, buat sobat-sobat PENA, cobalah untuk berkarya! Siapa tahu bakatmu itu bisa memberikan keuntungan untuk dirimu sendiri dan bahkan orang lain. Mulailah melakukan sesuatu yang bermanfaat, siapa tahu salah satu keahlianmu bisa digunakan dalam lomba seperti ini!



Foto-foto hasil karya para siswi SMP Tara Salvia
Karya batik Rizky
Karya lukis Karissa

[Karissa]

Saturday, March 7, 2015

Cerita dari OrkeXtra: Narkoba itu Berbahaya!

                Pagi itu, Jumat, 20 Februari 2015, siswa kelas 5-9 berbondong-bondong menuju ke ruangan MPH untuk mendengarkan presentasi tentang narkoba dan bahayanya. Ya, narkoba merupakan masalah serius lho, sobat PENA! Saat ini, narkoba merupakan benda yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Benda ini bukan benda sembarangan, jika disalahgunakan, bisa menghancurkan masa depan! Narkoba sendiri merupakan kepanjangan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya. Kurang lebih jam 9.15 pagi, semua siswa dengan antusias menunggu presentasi dimulai. Di depan, sudah ada sekelompok remaja yang memegang alat musik.

Bu Aisah menjelaskan tentang opium.
                Acara dibuka oleh Bu Ika, perwakilan PTSG Tara Salvia. Bu Ika menjelaskan tentang apa yang akan dipresentasikan pada hari itu. Setelah itu, sekelompok remaja yang duduk di depan mulai memainkan alat musik dan menyanyikan lagu Just Give Me a Reason. Setelah lagu selesai semua siswa memberikan tepuk tangan meriah! Akhirnya, mereka memperkenalkan diri. Rupanya, mereka adalah OrkeXtra, sekelompok remaja dari berbagai daerah yang semuanya merupakan mantan pencandu narkoba dan berusaha untuk berhenti mengonsumsi narkoba lewat bermain musik. Hebat! Presentasi pun dilanjutkan oleh Dr. Aisah Dahlan, seorang dokter ‘spesialis’ narkoba yang aktif dalam masalah ini karena pengalaman pribadi dalam keluarganya. Bu Aisah menjelaskan berbagai macam narkoba dan dibantu dengan ilustrasi oleh OrkeXtra. Apa saja sih, contoh-contoh narkoba? PENA sudah merangkum presentasi yang diberikan dan ini dia!

Ganja (Canabis sativa) – Ganja/Gele/Cimeng/Rasta/Rumput
Tanaman yang satu ini sebenarnya biasa dipakai untuk obat, kertas menulis, dan pembungkus. Misalkan, orang yang tidak nafsu makan jadi lebih nafsu setelah mengonsumsi hasil rebusan ganja. Namun, tanaman ini sekarang dipakai juga untuk narkoba! Ganja sekilas mirip dengan tanaman singkong dan pepaya. Yang membedakan adalah jumlah daun ganja selalu ganjil dan pinggirannya bergerigi. Efek dari penggunaan ganja adalah tertawa tanpa alasan, hilang keseimbangan, serta nafsu makan naik. Efek putus zat dari ganja adakah bengong, bingung, lemas, mengantuk, dan bisa berujung pada gangguan jiwa!

Opium – Dijadikan Morfin dan Heroin/Putaw/Pt/Etep/Bedak/Bubuk
Bentuknya bulat dan isinya berupa getah, itulah opium. Bagian yang dijadikan narkoba biasanya adalah getahnya yang bewarna putih. Jika diolah bisa menjadi morfin. Namun, bila diberikan bahan kimia tertentu, bisa menjadi heroin. Nama heroin diambil dari fungsinya yang benar, yaitu untuk para tentara yang terluka agar bisa menahan rasa sakit selama perjalanan. Pemakai heroin akan mengakami nge-fly, mengantuk, lidah cadel, dan sering menggaruk-garuk. Efeknya berlangsung selama 15 menit. Jika sudah putus zat, penggunanya akan sulit tidur, nyeri, menggigil, diare, dan lain-lain. Jika kamu melihat peralatan yang mencurigakan dalam satu tempat atau melihat ada orang yang seperti merokok tapi menutup hidungnya, segera jauhi tempat itu atau lapor ke polisi, bisa jadi ada pengguna heroin di situ.

Kokain
Bnetuknya seperti bubuk. Dampak dari penggunaan kokain adalah penggunanya menjadi terlalu percaya diri, berbicara tentang topik yang tidak jelas, merasa gelisah, menggesek hidungnya, dan mimisan. Saat efeknya hilang, sang pengguna akan merasa kedinginan, kejang-kejang, mual, muntah, dan berkeringat. Efek dari kokain berlangsung selama dua jam.

Ekstasi/Inex/Kancing/I

Kelihatannya seperti permen warna-warni dan kecil, serta lucu. Tapi, jangan salah! Bisa jadi itu adalah pil ekstasi! Tampilan menarik belum tentu aman. Pil lucu ini membuat penggunanya memiliki detak jantung yang cepat, tripping (membawa air sambil berdansa, namun airnya tidak diminum), serta lengan, kaki, dan rahang menjadi kaku. Saat mengalami putus zat, penggunanya akan merasa haus, paranoid, tidur, bisa terkena gangguan mental, dan yang paling buruk adalah kematian karena dehidrasi atau sesak nafas! Pil ini bisa ditemui di diskotik dan biasanya diberikan secara bertahap dosisnya oleh mafia narkoba.

Krokodil Drug
Mungkin namanya terdengar asing. Tetapi, dampak dari Krokodil Drug ini sungguh menyeramkan untuk dilihat! Krokodil Drug biasanya dipakai dengan menggunakan suntikan dan bersifat adiktif. Dampaknya? Seperti yang sudah disebutkan, sangat mengerikan! Krokodil Drug bekerja seperti menggerogoti daging sang pemakainya sehingga tulangnya bisa terlihat! Serem kan?

Masih banyak lagi narkoba yang belum disebutkan di sini. Penggunaan narkoba dapat mengakibatkan masalah kesehatan maupun sosial. Secara kesehatan, mental sang pengguna bisa rusak, mengalami gangguan jiwa, terkena HIV/AIDS, organ tubuhnya menjadi rusak, dan memorinya berjangka pendek. Dari segi sosial, sang pengguna bisa tidak dipercaya oleh orang-orang di lingkungannya. Uang yang dipakai untuk membeli narkoba sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk lebih banyak hal penting, seperti disumbangkan kepada orang-orang yang memerlukan. Intinya, narkoba akan menghancurkan masa depan! Ngeri!

 Anggota OrkeXtra menunjukkan perilaku pemakai narkoba.

Penjelasan seputar narkoba ini menjadi lebih menarik dengan ilustrasi yang diberikan oleh OrkeXtra. Terkadang, siswa-siswi yang menonton tertawa karena ilustrasi tingkah laku pengguna narkoba yang mengundang tawa, hingga kaget karena terdapat ilustrasi tingkah laku yang mengejutkan, seperti berteriak dengan kencang. Ditambah lagi, siswa-siswi juga diajak untuk membantu OrkeXtra menggambarkan pengguna narkoba. Kadang, seorang siswa akan ditarik oleh kakak-kakak dari OrkeXtra untuk maju dan berperan sebagai korban dari para pemakai narkoba, seperti dipukuli. Tapi tenang saja, mereka yang maju tidak dipukuli secara asli kok. Penampilan akhirnya ditutup dengan penampilan lagu ‘Karen Cinta’ oleh OrkeXtra dan promosi film yang nanti akan tayang, yaitu ‘Cukup Gue 2’, mengisahkan tentang kehidupan pecandu narkoba.
Sudah tahu jenis-jenis dan dampak dari narkoba kan? Mengerikan! Jadi, jangan sekali-kali menggunakan narkoba. Sekali memakai, berdampak sangat buruk kepada masa depan!

[Nisa]

Monday, February 9, 2015

Debat Persahabatan di SMP Tara Salvia

Pada tanggal 29 Januari 2015, SMP Tara Salvia mengundang SMPN Negeri 11 Tangerang Selatan, SMP Mutiara Bunda Bandung, dan SMP Al-Fikri Depok dalam acara Debat Persahabatan. Acara ini bertujuan untuk bertukar wawasan, menjalin persahabatan dengan sekolah lain, sekaligus mempraktekan ilmu yang diperoleh saat ekstrakurikuler debat. Peserta dari SMP Tara Salvia adalah siswa-sisiwi kelas 8.

Debat sesi 1 dan 2

Debat dibagi dalam empat sesi. Sesi pertama dengan mosi*Kami setuju pemerintah membuat standar kesopanan bagi gaya berpakaian remaja saat ini”. Pada sesi ini, SMPN Negeri 11 sebagai pihak pro dan SMP Tara Salvia sebagai pihak kontra. Dalam sesi kedua, mosinya adalah “Kami percaya media sosial memiliki lebih banyak dampak buruk daripada manfaatnya”. Pihak pro adalah SMP Mutiara Bunda, dan pihak kontra adalah SMP Tara Salvia. Setelah itu, peserta melakukan kegiatan ibadah dan makan siang bersama. Kesempatan ini dimanfaatkan peserta untuk saling mengenal satu sama lain.

Tim kontra mengeluarkan interupsi!
Interupsi ditolak!
Kembali masuk ke dalam debat persahabatan, mosi sesi ketiga adalah “Kami percaya sekolah harus melarang siswa membawa junk food”. Pihak pro diwakili SMP Al-Fikri, dan sekali lagi, pihak kontra diwakili SMP Tara Salvia. Bisa dibilang debat sesi ketiga ini adalah yang paling ‘panas’, dengan para siswa yang saling membantah dengan agresif, juga banyaknya interupsi yang dilontarkan, yang hampir semuanya dijawab dengan berapi-api. Sesi ketiga berakhir dengan spektakuler dan beberapa siswa mengaku masih deg-degan saking semangatnya menonton.

Debat sesi terakhir lebih tenang...
Debat ditutup dengan mosi “Kami percaya siswa tidak boleh membawa handphone ke sekolah”. Kali ini, siswa Tara Salvia yang menjadi pihak pro, sementara pihak kontra diperankan SMP Mutiara Bunda. Debat penutup ini memang tidak ‘seganas’ debat yang mendahuluinya, sehingga debat sesi ini dapat dimanfaatkan untuk mengatur emosi penonton. Akhirnya, acara debat persahabatan diakhiri oleh salam perpisahan dan foto bersama. Untuk siswa kelas 8, setelah acara berakhir, kami berkumpul untuk refleksi jalannya acara. Kami mengaku cukup puas, walaupun ada yang merasa kurang maksimal. Kami berharap dapat mengundang sekolah lain lagi untuk acara-acara kami.





*Mosi: topik yang diperdebatkan

[Tsabita]

Kegiatan Persahabatan SMP Tara Salvia dan Jakarta Japanese School



Hari Senin, 2 Februari 2015, sekolah kami kedatangan tamu, yaitu 90 siswa SMP dari sekolah Jakarta Japanese School (JJS). Sekolah tersebut mengunjungi gedung SMP Tara Salvia, untuk yang pertama kalinya, dengan tujuan untuk melakukan kegiatan bersama.
Ayo, dengarkan presentasinya!
Pertama, kami berkumpul dengan kelompok masing-masing di Ruang Serbaguna SMP.Seluruh acaranya dipandu oleh Ailsa dari kelas 8.Kami mengenalkan diri di kelompok masing-masing. Saat pengenalan diri, suasana Ruang Serbaguna yang tadinya sunyi senyap, berubah menjadi ramai dengan suara siswa-siswa yang menyebutkan nama, kelas, dan hobi masing-masing. Lalu, kami mendengarkan presentasi dari setiap sekolah. Presentasi tersebut dibawakan oleh kedua sekolah tentang lingkungan hidup di sekolah masing-masing. Amanda dari kelas 9, mewakili sekolah Tara Salvia, sementara dari sekolah JJS diwakili oleh lima orang siswa. Yang membuat kami kagum, mereka menggunakan bahasa Indonesia saat presentasi.
Buat tempatnya yang bagus ya!
Kemudian, kami berkumpul di Shared Area SMP sesuai dengan kelompoknya untuk melakukan kegiatan bersama. Kegiatan pertama adalah membuat tempat alat tulis unik yang dipandu oleh siswa JJS. Kegiatan berikutnya adalah membuat sabun dari campuran minyak jelantah dengan NaOH(Natrium hidroksida) yang dipandu oleh siswa Tara Salvia. Cara membuat sabunnya dipraktikan lebih dulu oleh Zaki Ibrahim kelas 7. Kegiatannya sangat menarik dan seru!
Hati-hati menuangnya ya!
Suasana kemarin sangat ramai dan menyenangkan.Banyak siswa JJS yang sangat ramah dan selalu mengajak ngobrol, tapi ada juga yang pendiam dan kesulitan untuk berbicara.Namun dalam semua kegiatan, mereka ikut terlibat dan sangat membantu. Kosakata mereka pun juga terbatas, tapi mereka tetap berusaha untuk mengucapkan dan  berkomunikasi jika ada yang perlu dikatakan. Kebanyakan dari mereka juga menanyakan tentang kegiatan dan informasi sekolah, bahkan mereka juga ingin kembali melakukan kegiatan menyenangkan lainnya bersama kami.
Kami, Siswa SMP Tara Salvia, ingin melakukan kegiatan bersama dengan berbagai sekolah lain. Karena kami percaya jika banyak bertemu dan bekerja sama, kami punya teman-teman baru dan persahabatan antara sekolah kami dengan sekolah lain akan semakin kuat. Kami juga belajar menghargai satu sama lain dengan menerima berbagai perbedaan yang ada. Mari kita kuatkan lagi persahabatan kita bersama!
[Karissa]

Sunday, February 8, 2015

JSFL 2015 - SMP Tara Salvia Melawan Binus Simprug


Hari Sabtu tanggal 31 Januari 2015, di sekolah Global Jaya, Bintaro, dilaksanakan pertandingan sepak bola yang merupakan rangkaian pertandingan  Jakarta School Football League(JSFL) 2015. Pertandingan pada hari itu ada dua pertandingan yang diasksikan tim PENA, yaitu Global Jaya melawan sekolah Al-Jabr dan Binus Simprug melawan Tara Salvia. Pertandingan dimulai dengan Global Jaya melawan Al-Jabr yang dimenangkan oleh Global Jaya. Pertandingan berikutnya adalah Binus Simprug melawan SMP Tara Salvia.

Bermain yang sportif ya!
Kedua tim menyusun strategi dan masuk ke lapangan, lalu berjabat tangan. Setelah itu, setiap tim berfoto. Para penonton sudah siap dibuat tegang dengan permainan kedua sekolah tersebut. Peluit dibunyikan dan artinya, pertandingan pun dimulai!
Ayo, rebut bolanya!

Baru beberapa menit berselang, SMP Tara Salvia sudah mencetak satu gol. Suporter SMP Tara Salvia pun berteriak dengan semangat. Pertandingan pun semakin memanas! Penonton makin antusias seiring waktu berjalan. Kemudian, Binus Simprug pun mencetak gol! Skor pun menjadi sama, yaitu 1-1. Skor tersebut pun bertahan hingga akhir babak satu yang berjalan selama 30 menit. Para pemain pun beristirahat.

Ini saat tim Binus Simprug mencetak gol!
Tak lama kemudian, waktu istirahat pun selesai dan pertandingan dilanjutkan! Pertandingan pun menjadi semakin seru dan cuaca semakin panas dengan berbagai peluang gol diciptakan. Tiga tendangan dari tim Binus Simprug pun berhasil membobol gawang SMP Tara Salvia, sehingga sampai peluit panjang berbunyi, skor menjadi 4-1. Pertandingan pun dimenangkan oleh Binus Simprug! Maka, pertandingan ditutup dengan kedua tim saling bersalaman.
Kami pun sempat mewawancarai pemain tim SMP Tara Salvia seusai pertandingan. Menurut mereka, pertandingan bola kali ini berlangsung seru dan mereka mengakui bahwa Binus Simprug merupakan lawan yang sulit. Kiper dari tim SMP Tara Salvia, Taqi, mengaku senang saat bermain karena banyak bola yang datang ke gawangnya. Dia pun sedikit bercanda, dia harap gawangnya tidak di tanah (lho, terus di mana?). Kami pun tertawa kecil. Waktu bermain juga cukup memengaruhi, karena tim SMP Tara Salvia tidak terbiasa bermain di siang hari. Menurut mereka, liga ini bisa membuktikan seberapa kuat kerja sama dan kemampuan bermain sepak bola di antara berbagai sekolah lain yang mengikuti liga ini.



Kalau yang ini tim SMP Tara Salvia yang mencetak!
 Walaupun SMP Tara Salvia kalah pada pertandingan ini, tapi kekalahan ini tidak menggusur SMP Tara Salvia dari peringkat tinggi. SMP Tara Salvia masih ada di peringkat 1. SMP Tara Salvia memiliki jumlah Goals Forward yang paling banyak, dengan 37 gol. Semoga, SMP Tara Salvia dapat memenangkan pertandingan pertandingan selanjutnya!








Tim SMP Tara Salvia berharap kedepanya bisa bermain lebih baik dan bisa lebih tenang saat bermain. Menang maupun kalah bukan masalah yang besar bagi tim SMP Tara Salvia. Maka, dari pertandingan ini, mereka belajar untuk tidak meremehkan musuh. Rupanya, banyak juga ya, sisi positif dari pertandingan ini! Jadi, jangan remehkan suatu hal yang terlihat mudah, pantang menyerah, dan berusaha menjadi lebih baik ke depannya.

              

[Nisa dan Naila]