-->

Monday, May 18, 2015

Belajar Hidup Sehat dari Burgreens


        Pada hari Selasa, 5 Mei, siswa-siswi kelas 8 SMP Tara Salvia melaksanakan fieldtrip ke sebuah kafe. Fieldtrip ini sebenarnya bertujuan untuk mempersiapkan siswa-siswi kelas 8 yang akan berjualan di sekolah. Di Tara Salvia, fieldtrip memang selalu dikaitkan dengan materi pembelajaran, bukan sekedar jalan-jalan. Lewat fieldtrip, siswa memperoleh wawasan baru seputar materi yang dipelajari untuk diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

Saat itu, siswa kelas 8 belajar tentang hidup sehat. Maka, mereka mengunjungi kafe yang bernama ‘Burgreens’. Tempatnya tidak terlalu besar, tapi di balik itu, kafe ini punya banyak sekali hal positif lho! Hal inilah yang menjadikan Burgreens sebagai tempat yang dikunjungi dalam rangkaian pembelajaran materi ini. Apa saja memangnya?

                Di antara berbagai restoran yang menjual fast food, makanan berdaging, dan berbagai restoran lain, Burgreens justru mengambil konsep menu vegetarian! Yap, semua menu di sini terbuat dari 100% sayur dan kacang-kacangan! Hal lain yang membuat kafe ini unik adalah makanannya. Mereka menggunakan burger sebagai media utama makanan vegetarian! Wah, bagaimana bisa burger menjadi makanan vegetarian? Untuk mejawabnya, kita langsung saja ke cerita saat di Burgreens!

                Setibanya di Burgreens, anggota PENA langsung memesan berbagai macam menu. Mereka memesan Quartro Burger, Spinach Nugget, Raw Cocoa Ball, dan masih banyak menu lain! Rasa penasaran membuat mereka tidak sabar untuk mencicipi menu yang tersedia! Setelah memesan, anggota PENA mengobrol sambil menikmati tempat yang disediakan. Tempat makan di Burgreens hampir semuanya bersifat outdoor, alias di luar. Terdapat berbagai tanaman di sekitar tempat makan yang membuat suasana di sana terasa hijau dan tidak terlalu panas. Selain itu, tidak banyak kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di sekitar Burgreens.


               Makanan yang anggota PENA coba pertama adalah Raw Cocoa Ball. Makanan ini bisa langsung dibeli tanpa harus menunggu  (tinggal mengambil). Saat dimakan, cokelatnya terasa manis, namun bukan manis cokelat maupun gula. Rupanya, Raw Cocoa Ball ini memakai kurma sebagai bahan pemanis! Cokelatnya bahkan tidak membuat mual. Selanjutnya adalah Spinach Nugget! Satu piringnya terdiri dari enam nugget dan... Siapa sangka, isinya bayam! Enak lho, sayurnya tidak terasa! Terakhir, menu yang ditunggu-tunggu, Quarto Burger! Menu ini terdiri dari empat mini burger dengan ‘daging’ yang isinya berbeda-beda. Sayurnya juga tidak terasa, malah membuat ketagihan! Puas deh!

                Setelah kenyang menyantap menu, siswa-siswi kelas 8 bertemu dengan pemilik Burgreens, yaitu Kak Max dan Kak Helga. Mereka berbagi cerita mengenai hidup sehat dan tips berbisnis. Rupanya, kedua pemilik pertama tersebut bertemu di Belanda dan memutuskan untuk membuka restoran bersama. Dengan bantuan Kak Banyu (salah satu pemilik juga), mereka mendapatkan tempat untuk membuka Burgreens di Rempoa. Lalu, karyawan pertama mereka, Kak Glenn, diangkat menjadi pemilik juga. Kebanyakan pemiliknya merupakan vegetarian, bahkan ada yang sudah 10 tahun.  Pada awal bulan usaha dibuka, mereka memiliki banyak kendala. Tapi, semakin lama, mereka terbiasa untuk menjalankan usaha ini. Selain itu, mereka juga bercerita tentang hidup sehat! Kak Max dan Kak Helga memberi tahu kami tentang delapan obat alami, yaitu:
  • Nutrition, menghindari obat-obat kimia dan menjaga agar pH tubuh tetap di antara angka tujuh hingga 14. Hal ini bisa dicapai dengan mengurangi konsumsi daging dan melakukan kegiatan positif.
  • Exercise, yaitu berolahraga. Berjalan kaki pun sudah cukup kok!
  • Water, minumlah air sekitar tiga hingga empat liter per hari.
  • Sunshine and smile, sinar matahari sangat baik untuk tulang dan tertawa dapat meningkatkan daya tahan tubuh lho!
  • Temprence, alias kontrol. Jangan terlalu berlebihan atau kurang dalam melakukan sesuatu atau kamu akan mendapatkan dampak buruknya. Misalkan, jangan olahraga terlalu lama hingga kamu kelelahan sekali, karena justru daya tahan tubuhmu akan menurun dan penyakit bisa menyerangmu.
  • Air, yang berarti udara, bukan air (water)! Sebaiknya, hiruplah udara ari alam, jangan dari AC.
  • Rest, istirahat. Tidur... Tidur... Tidur... Zzzzz... -eh, masih ada lagi!
  • Trust, tetap percaya dengan Tuhan.

Susah menghafalnya? Mudah, ingat saja huruf awalnya, maka akan terbentuk kalimat ‘NEW START’!

Selain itu, Kak Max dan Kak Helga masih bercerita banyak hal. Seperti cara bekerja kelompok yang baik, awal mulanya makanan di menu Burgreens tercipta, dan banyak lagi! Perbincangan berlangsung dengan santai dan dipenuhi rasa penasaran para siswa, bahkan masih ada yang ingin bertanya walau waktu sudah habis. Yap, para siswa harus kembali ke sekolah. Yah... Tapi, banyak sekali yang mengaku bahwa kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam!

Jadi, apa kesimpulannya? Hidup sehat itu mudah kok, tidak rumit. Tinggal masalah menjalankannya saja, apakah kamu memiliki niat atau tidak. Selain itu, cerita kakak-kakak di Burgreens juga mengajari tentang keramahan, bekerja sama, pantang menyerah, dan banyak lagi!

[Nisa]

Wednesday, May 6, 2015

Perayaan Hari Bumi di Tara Salvia

         
  Ada banyak hari istimewa yang dirayakan setiap tahunnya. Nah, salah satunya adalah Hari Bumi. Hari Bumi dirayakan setiap tahun pada tanggal 22 April. Di hari istimewa tersebut, kita bisa melakukan berbagai kegiatan sebagai apresiasi kita untuk bumi, yakni tempat tinggal kita. Kita semua juga perlu meningkatkan kesadaran kita untuk selalu menjaganya. Bumi kita sedang dalam keadaan yang kurang baik karena kegiatan manusia yang menyebabkan pemanasan global. Jadi, kita harus menghindari kebiasaan yang menyebabkan kondisi Bumi makin memburuk.

            Kita bisa memulai dengan hal-hal yang kecil. Yaitu, membuang sampah pada tempatnya, menghemat penggunaan kertas, menggunakan tas sendiri saat berbelanja, berjalan kaki ke tempat yang dekat, dan lain-lain. Kita juga bisa menanam pohon dan mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak dapat dipakai.

           
Nah, saat tanggal 22 April lalu, Deva bersama beberapa teman dari OSIS berpartisipasi di kegiatan Hari Bumi di Tara Salvia. Kegiatan pertama ini tersebut dimulai dari pukul 08:00 sampai 09:00 pagi. Di kegiatan ini, Deva dan kawan-kawan mengajari para adik kelas 3 sampai 5 SD tentang cara membuat bunga menggunakan plastik bekas dan kawat. Keterampilan membuat bunga ini diperoleh Deva dan teman-temannya saat melaksanakan program Belajar di Komunitas Lain di Pajarakan.

           
Adik kelas terkadang kesulitan di beberapa tahap. Misalnya saat menggunting plastik karena plastiknya berlapis-lapis. Memang, pada awalnya cukup sulit. Tapi, jika kita selalu mencoba, nanti lama-lama pasti juga bisa. Sebagian adik kelas bahkan bisa membuat bunga yang bisa dibilang keren banget, walaupun ini pertama kali mereka membuatnya. Deva dan teman-temannya justru kagum, haha!

            Kemudian, kegiatan kedua diadakan di aula gedung SMP. Kegiatan ini dimulai dari pukul 14:15 sampai 15:00 siang. Pertama, semua siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang berisi sekitar lima orang. Setiap kelompok diberi satu artikel. Mereka harus menuliskan fakta-fakta yang terdapat dalam artikel tersebut di kertas yang sudah disediakan.


            Setelah itu, beberapa kelompok memberitahu fakta-fakta yang mereka sudah temukan dari artikel  di depan kelompok yang lain dan membahasnya bersama-sama. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kini bumi kita memang sedang berada dalam kondisi yang tidak begitu baik. Ternyata, ketinggian air laut naik sekitar 3 mm setiap tahunnya karena sebagian banyak es di daerah kutub sudah mencair, akibat dari pemanasan global. Sebagian banyak hutan di Kalimantan sudah hilang karena penebangan ilegal. Kemudian, kami semua menulis refleksi tentang apa yang sudah kami lakukan untuk menjaga Bumi dan apa yang akan dilakukan untuk masa yang akan datang.

           
Dari kedua kegiatan ini, kita bisa mengetahui berbagai hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga tempat tinggal kita dan mengapa kita harus melakukannya. Jika kita tidak bisa hidup nyaman di bumi lagi, di mana lagi kita bisa tinggal? Tidak ada tempat lain, ‘kan? Nah, karena itu, ayo kita mengapresiasi bumi kita ini dengan melakukan kegiatan yang positif!

[Deva]


Tuesday, April 21, 2015

Kartini Sang Pencerah

Raden Ajeng Kartini, atau yang sering dipanggil Kartini, adalah salah satu pahlawan Indonesia. Beliau lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879, dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah pada tanggal 17 Desember 1904. Saat meninggal, Beliau baru menginjak umur 25 tahun. Sosok beliau dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Kartini adalah sosok yang telah memperjuangkan pendidikan bagi para kaum wanita di Indonesia.  Ide-ide besarnya itulah yang dapat membuat pendidikan bagi para wanita terus maju dan berjalan. Beliau adalah sosok yang sangat berani karena beliau telah membuat derajat wanita menjadi setara dengan pria. Beliau juga memberantas kebodohan dan memajukan kaumnya.  Beliau bahkan membuka sekolah untuk para remaja wanita pada zaman itu. Ia mengajarkan menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya.

Bayangkan jika tidak ada Kartini, apa yang akan terjadi? Bisa saja sampai saat ini para wanita tetap dipandang jauh derajatnya dari kaum laki-laki, tidak bisa mencari ilmu hingga ke luar negeri seperti sekarang. Wanita tidak bisa bebas mencari pendidikan dimana-mana. Perjuangan Kartini telah menginspirasi berbagai wanita di Indonesia untuk membuktikan bahwa wanita juga bisa memberi kontribusi bagi Indonesia maupun dunia. Beberapa wanita Indonesia telah membuktikannya.

Kartini jangan hanya dikenang saja, namun contoh sikapnya. Di era modern ini, masih ada wanita yang memperjuangkan pendidikan Indonesia. Salah satunya adalah Butet Manurung. Lahir pada 21 Februari 1972, Manurung mendirikan ‘Sokola Rimba’, yaitu sekolah untuk warga Rimba. Hal ini berawal dari sebuah iklan yang membutuhkan pengajar untuk warga Rimba. Sekolah ini didirikan karena kesadaran pendidikan warga Rimba yang kurang, menganggap bahwa pendidikan adalah budaya luar. Manurung mengajari mereka membaca dan berhitung agar kelak nanti, warga Rimba tidak lagi sering tertipu oleh surat perjanjian palsu dan menyebabkan kerugian kepada warga Rimba. Sekolahnya pun sederhana dan bersifat nomaden. Berkat jasanya, Manurung menerima berbagai macam penghargaan, baik nasional maupun internasional.

           
Wanita yang telah membanggakan Indonesia di rancah mancanegara adalah Sri Mulyani Indrawati. Beliau sekarang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Sebelumnya, Mulyani menjabat sebagai Executive Director Dana Moneter International, mewakili 12 negara ASEAN. Setelah itu, Mulyani menjabat sebagai menteri keuangan kabinet Indonesia bersatu, menggantikan Jusuf Anwar. Lalu, pada 1 Juni 2010, Mulyani menjabat sebagai direktur pelaksana bank dunia. Mulyani memiliki pribadi yang cerdas, pandai bersosialisasi, serta kritis. Pada 2014 lalu, Forbes memasukkan nama Mulyani di 100 Most Powerful Woman, menduduki peringkat 38.


            Kita juga harus mencontoh keinginan mereka untuk memberantas kebodohan dan membanggakan Indonesia. Kita merayakan hari Kartini setiap tanggal 21 April untuk menjadi pengingat agar kita dapat menjadi lebih baik.

[Diva dan Nisa]

Wednesday, April 8, 2015

Langkah Kecil Tara Salvia untuk Lingkungan

               
Lubang biopori
Di Tara Salvia, kami peduli terhadap lingkungan. Kami tunjukkan ini lewat hal-hal kecil, namun memberi dampak besar. Apa saja kegiatan yang dilakukan Tara Salvia untuk menjaga lingkungannya?

                Hal yang paling mudah dilakukan adalah menjaga kebersihan. Jarang terlihat sampah-sampah berserakan di sekitar lingkungan Tara Salvia. Mengapa begitu? Semua warga Tara Salvia, murid, staf, dan guru, selalu membuang sampah pada tempatnya. Tempat sampah dipisahkan sesuai jenisnya, yaitu sampah B3 (Bahan-bahan berbahaya), sampah plastik, dan sampah organik. Warga yang tidak membuang sampah pada tempatnya akan ditegur. Tempat sampah tersedia di berbagai sudut sekolah sehingga tidak ada alasan untuk membuang sampah sembarangan.

               
Menimbun sisa makanan
Sampah yang dihasilkan tidak dibiarkan menumpuk tanpa manfaat. Siswa Tara Salvia berperan aktif dalam mengelola sampah, terutama sampah sisa makanan. Program Tara Salvia lainnya untuk menjaga lingkungan adalah mengisi lubang biopori. Program ini sudah dilaksanakan sejak 2013 oleh OSIS dalam rangka menjaga kesuburan tanah. Sudah ada lebih dari 10 lubang biopori yang tersebar di sekitar halaman Tara Salvia. Lubang biopori bermanfaat untuk menambah bidang resapan air dengan cara memanfaatkan mahluk pengurai yang membuat lubang. Mahluk pengurai akan semakin banyak datang ke lubang biopori jika ada makanan yang ditimbun. Karena itu, ada siswa-siswi yang bertugas mengisi lubang biopori ini dengan sisa makanan. Karena itu, sisa-sisa makanan dari makan siang tidak begitu saja dibuang, tapi akan dikumpulkan dalam satu ember. Sisa-sisa makanan lalu ditaruh di semua lubang biopori. Petugasnya adalah sukarelawan dari kelas 7 dan 8.

Kerja bakti
               Tara Salvia tidak hanya peduli dengan lingkungan di dalam, namun di luar sekolah juga. Oleh karena itu, saat Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengadakan kerja bakti, Tara Salvia melibatkan siswanya untuk ikut serta. Jumat tanggal 20 Maret 2015, murid-murid kelas 7 melakukan kerja bakti di luar sekolah. Tak hanya kelas 7 saja, staf-staf Tara Salvia juga ikut membantu dalam kerja bakti. Mereka membersihkan selokan, mencabuti rumput liar, dan membuang sampah. Sampah yang dibuang juga dipisahkan antara organik dan non organik. Program berlangsung selama sekitar satu jam. Tujuan dari program ini adalah untuk menjaga kebersihan bukan hanya di lingkungan yang biasa kita kunjungi saja, namun di luarnya juga. Setidaknya di sekitar luar lingkungan itu.
                
Mencabuti rumput liar
            Awalnya, siswa-siswi kelas 7 merasa jijik terhadap sampah yang ada di selokan. Namun, lama-kelamaan mereka justru ketagihan memunguti sampah. Mereka senang sekali bisa ikut turut serta untuk menjaga lingkungan dan menikmati kegiatan ini. Beberapa siswa malah merasa durasi waktu kerja bakti kurang. Mereka juga berharap program ini bisa dilaksanakan terus-menerus. Dari sana, mereka menyadari, mengapa akhir-akhir ini mudah sekali terjadi banjir, yaitu karena selokan yang mampet oleh tanaman liar dan sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Lewat program ini, kita bisa belajar untuk menjaga lingkungan di sekitar kita, di luar maupun dalam. Jangan hanya di lingkungan yang sudah kita kenali saja.

                Itu adalah program-program lingkungan yang dilaksanakan Tara Salvia. Program-program ini tentu akan sangat berguna terhadap kebersihan lingkungan. Dampak-dampaknya pun besar, seperti membuat lingkungan lebih bersih dan sehat, mengurangi penyebab banjir, dan menyuburkan tanah. Semua warga pasti akan merasakan manfaatnya, sekecil apapun itu.


[Nisa]

Wednesday, March 25, 2015

Belajar dari Komunitas Lain


Ciss!!!

          
     Pada tanggal 21 hingga 28 Februari 2015, siswa-siswi kelas 8 SMP Tara Salvia tinggal di Kota Banyuwangi, Kota Pacitan, dan Desa Pajarakan di Jawa Timur dalam rangka program ‘Belajar di Komunitas Lain’. Dalam kegiatan ini, SMP Tara Salvia bekerjasama dengan SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 1 Pacitan, dan SMPN 1 Pajarakan. Program ini dilaksanakan untuk melatih kemampuan beradaptasi siswa secara mandiri di komunitas yang berbeda dari komunitas asal mereka.

                
Naik kereta api... Tut tut tut...

     Tanggal 21 Februari, kelompok Banyuwangi berangkat. Lalu, 22 Februari, giliran kelompok Pajarakan dan Pacitan berangkat. Sampai di kota tujuan, para orangtua  dan teman angkat mereka langsung menjemput mereka. Pada hari pertama, ada yang mengaku sedikit kaku, ada juga yang langsung merasa nyaman di dalam komunitas baru. Beberapa anak langsung diajak saudara angkat mereka berpergian. Yang lain lebih memilih mengobrol di rumah.


Siap grak!

    Hari Senin, 23 Februari 2015, siswa-siswi SMP Tara Salvia masih lebih memilih mengobrol dengan teman sesama SMP Tara Salvia ataupun dengan saudara angkat. Tentu saja, ada yang langsung nyambung dengan teman sekolah yang lain. Rupanya, murid-murid SMP di sana ramah dan menyambut dengan baik kedatangan siswa SMP Tara Salvia. Beberapa memiliki kegemaran yang sama, sehingga memudahkan proses beradaptasi.
               
Kring kring, sepeda!
     Banyak persitiwa yang terjadi selama berada di komunitas yang baru, dari yang baik hingga yang buruk. Ada yang diajak ke tempat wisata oleh keluarga atau teman kelasnya, belajar bermain sepeda, belajar bahasa yang berbeda. Bahkan ada yang menjadi ‘artis dadakan’! Tetapi ada juga pengalaman buruk seperti terjatuh dari sepeda. Walau begitu, semua pengalaman tersebut menjadi pelajaran untuk para siswa SMP Tara Salvia kedepannya. Belajar untuk lebih mandiri, aktif bertanya, menjadi teman yang baik, dan mempunyai pendirian yang kuat.

                
     
Kayaknya enak!
Tak terasa, lima hari berlalu sudah. Siswa-siswi SMP telah akrab satu sama lain. Mereka saling bertukar informasi seperti media sosial, tanda tangan, bahkan sekadar berfoto bersama. Semoga persahabatan ini tidak putus di sini dan terus berlanjut untuk selamanya!




Semoga pertemanan kami terus bertahan!

[Tsabita]

Tuesday, March 24, 2015

Liputan: Lomba FLS2N dan OS2N

Dari kiri-kanan: Ailsa, Nisa, Karissa
Hari Sabtu tanggal 7 Maret 2015, pukul 08.00 WIB, Sekolah Menara Harapan yang terletak di Jalan R.E. Martadinata No.35, Ciputat, Tangerang Selatan, dipenuhi oleh banyak peserta lomba yang merupakan siswa-siswi SMP. Namun, apakah kau tahu jika di antara para peserta yang mengikuti lomba tersebut, ada empat siswi SMP Tara Salvia yang juga ikut? Mereka ini adalah Nisa yang mengikuti kategori seni membuat poster, Ailsa pada kategori menciptakan lagu, Rizky di kategori membuat batik, dan Karissa mengikuti seni lukis. Tetapi, lomba apa sebenarnya ini? Lomba tersebut disebut ‘FLS2N’ dan ‘O2SN’. Lomba seni ini diadakan untuk sekolah-sekolah yang ada di Kota Tangerang sebagai ajang  menunjukan bakat siswa-siswinya di berbagai kategori seni. Bagaimana sih, suasana di sana?

Pendaftaran ulang di hari itu sangat ramai. Banyak peserta yang mendaftarkan diri mereka dan memberikan karya yang sudah dibuat (bila memungkinkan) Setelah pendaftaran, keadaan menjadi semakin ramai dan pintu auditorium akhirnya dibuka. Semua peserta yang sudah menunggu pun masuk ke dalam ruangan dan duduk sesuai kategori yang diikuti. Kategori yang ada di lomba ini ada banyak. Ada desain poster, lukis, cipta lagu, seni baca Al-Qur’an, tari, membuat cerpen, story telling, dan lainnya.  Banyak sekolah yang mengirim siswa-siswanya untuk mengikuti lomba ini.

Banyak hal yang menarik dan menyenangkan di sini. Kalau diperhatikan, banyak siswa tari yang menggunakan face painting dan aksesoris unik. Penampilan grup vokal juga kompak dan suara setiap peserta indah!

Acara lomba ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, ada pembacaan Al-Qur’an oleh salah satu peserta yang mengikuti kategori seni baca Al-Qur’an. Dilanjutkan dengan sambutan dari panitia Gugus 03 Tangerang Selatan. Panitia menyebutkan bahwa ada 96 peserta dari berbagai sekolah yang mengikuti lomba ini. Setelah itu, ada sambutan dari Kepala Sekolah SMP Menara Harapan dan Dinas Pendidikan.

Penampilan biola SMP Menara Harapan
Sebelum lomba dimulai, ada beberapa penampilan dari berbagai sekolah. Urutan penampilan pembuka diatur secara berselang-seling. SMP Menara Harapan menampilkan permainan biola yang dibawakan oleh tujuh orang siswa kelas 7 dan 8. Permainan mereka sangat kompak dan lancar. Dilanjutkan Tari Kuda yang ditampilkan oleh seorang siswi dari SMPN 3. Lalu ada paduan suara dari SD Menara Harapan yang ikut mengisi acara. Terakhir, peserta dari Al-Fath menampilkan seni bela diri wushu yang rupanya ditampilkan oleh juara wushu tingkat internasional di Beijing, hebat!

Setelah penampilan awal, peserta dan penonton dipersilahkan untuk keluar auditorium dan berkeliling untuk melihat karya dan lingkungan Sekolah Menara Harapan. Setelah itu, peserta dan penonton masuk lagi ke dalam auditorium untuk melihat berbagai lomba yang dilaksanakan pada hari itu. Lomba diakhiri dengan ucapan terima kasih dari panitia lomba. Semoga para peserta (terutama dari SMP Tara Salvia) mendapatkan hasil terbaik!
Beberapa minggu kemudian, hasil lomba cipta lagu diumumkan dan ternyata, Ailsa berhasil lolos! Satu hal yang dapat dipelajari dari lomba ini, menang ataupun kalah bukanlah suatu tujuan. Tujuan dari lomba ini adalah untuk menunjukkan kreatifitas dan membagikan ilmu seni yang kita miliki.

Jadi, buat sobat-sobat PENA, cobalah untuk berkarya! Siapa tahu bakatmu itu bisa memberikan keuntungan untuk dirimu sendiri dan bahkan orang lain. Mulailah melakukan sesuatu yang bermanfaat, siapa tahu salah satu keahlianmu bisa digunakan dalam lomba seperti ini!



Foto-foto hasil karya para siswi SMP Tara Salvia
Karya batik Rizky
Karya lukis Karissa

[Karissa]

Saturday, March 7, 2015

Cerita dari OrkeXtra: Narkoba itu Berbahaya!

                Pagi itu, Jumat, 20 Februari 2015, siswa kelas 5-9 berbondong-bondong menuju ke ruangan MPH untuk mendengarkan presentasi tentang narkoba dan bahayanya. Ya, narkoba merupakan masalah serius lho, sobat PENA! Saat ini, narkoba merupakan benda yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Benda ini bukan benda sembarangan, jika disalahgunakan, bisa menghancurkan masa depan! Narkoba sendiri merupakan kepanjangan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya. Kurang lebih jam 9.15 pagi, semua siswa dengan antusias menunggu presentasi dimulai. Di depan, sudah ada sekelompok remaja yang memegang alat musik.

Bu Aisah menjelaskan tentang opium.
                Acara dibuka oleh Bu Ika, perwakilan PTSG Tara Salvia. Bu Ika menjelaskan tentang apa yang akan dipresentasikan pada hari itu. Setelah itu, sekelompok remaja yang duduk di depan mulai memainkan alat musik dan menyanyikan lagu Just Give Me a Reason. Setelah lagu selesai semua siswa memberikan tepuk tangan meriah! Akhirnya, mereka memperkenalkan diri. Rupanya, mereka adalah OrkeXtra, sekelompok remaja dari berbagai daerah yang semuanya merupakan mantan pencandu narkoba dan berusaha untuk berhenti mengonsumsi narkoba lewat bermain musik. Hebat! Presentasi pun dilanjutkan oleh Dr. Aisah Dahlan, seorang dokter ‘spesialis’ narkoba yang aktif dalam masalah ini karena pengalaman pribadi dalam keluarganya. Bu Aisah menjelaskan berbagai macam narkoba dan dibantu dengan ilustrasi oleh OrkeXtra. Apa saja sih, contoh-contoh narkoba? PENA sudah merangkum presentasi yang diberikan dan ini dia!

Ganja (Canabis sativa) – Ganja/Gele/Cimeng/Rasta/Rumput
Tanaman yang satu ini sebenarnya biasa dipakai untuk obat, kertas menulis, dan pembungkus. Misalkan, orang yang tidak nafsu makan jadi lebih nafsu setelah mengonsumsi hasil rebusan ganja. Namun, tanaman ini sekarang dipakai juga untuk narkoba! Ganja sekilas mirip dengan tanaman singkong dan pepaya. Yang membedakan adalah jumlah daun ganja selalu ganjil dan pinggirannya bergerigi. Efek dari penggunaan ganja adalah tertawa tanpa alasan, hilang keseimbangan, serta nafsu makan naik. Efek putus zat dari ganja adakah bengong, bingung, lemas, mengantuk, dan bisa berujung pada gangguan jiwa!

Opium – Dijadikan Morfin dan Heroin/Putaw/Pt/Etep/Bedak/Bubuk
Bentuknya bulat dan isinya berupa getah, itulah opium. Bagian yang dijadikan narkoba biasanya adalah getahnya yang bewarna putih. Jika diolah bisa menjadi morfin. Namun, bila diberikan bahan kimia tertentu, bisa menjadi heroin. Nama heroin diambil dari fungsinya yang benar, yaitu untuk para tentara yang terluka agar bisa menahan rasa sakit selama perjalanan. Pemakai heroin akan mengakami nge-fly, mengantuk, lidah cadel, dan sering menggaruk-garuk. Efeknya berlangsung selama 15 menit. Jika sudah putus zat, penggunanya akan sulit tidur, nyeri, menggigil, diare, dan lain-lain. Jika kamu melihat peralatan yang mencurigakan dalam satu tempat atau melihat ada orang yang seperti merokok tapi menutup hidungnya, segera jauhi tempat itu atau lapor ke polisi, bisa jadi ada pengguna heroin di situ.

Kokain
Bnetuknya seperti bubuk. Dampak dari penggunaan kokain adalah penggunanya menjadi terlalu percaya diri, berbicara tentang topik yang tidak jelas, merasa gelisah, menggesek hidungnya, dan mimisan. Saat efeknya hilang, sang pengguna akan merasa kedinginan, kejang-kejang, mual, muntah, dan berkeringat. Efek dari kokain berlangsung selama dua jam.

Ekstasi/Inex/Kancing/I

Kelihatannya seperti permen warna-warni dan kecil, serta lucu. Tapi, jangan salah! Bisa jadi itu adalah pil ekstasi! Tampilan menarik belum tentu aman. Pil lucu ini membuat penggunanya memiliki detak jantung yang cepat, tripping (membawa air sambil berdansa, namun airnya tidak diminum), serta lengan, kaki, dan rahang menjadi kaku. Saat mengalami putus zat, penggunanya akan merasa haus, paranoid, tidur, bisa terkena gangguan mental, dan yang paling buruk adalah kematian karena dehidrasi atau sesak nafas! Pil ini bisa ditemui di diskotik dan biasanya diberikan secara bertahap dosisnya oleh mafia narkoba.

Krokodil Drug
Mungkin namanya terdengar asing. Tetapi, dampak dari Krokodil Drug ini sungguh menyeramkan untuk dilihat! Krokodil Drug biasanya dipakai dengan menggunakan suntikan dan bersifat adiktif. Dampaknya? Seperti yang sudah disebutkan, sangat mengerikan! Krokodil Drug bekerja seperti menggerogoti daging sang pemakainya sehingga tulangnya bisa terlihat! Serem kan?

Masih banyak lagi narkoba yang belum disebutkan di sini. Penggunaan narkoba dapat mengakibatkan masalah kesehatan maupun sosial. Secara kesehatan, mental sang pengguna bisa rusak, mengalami gangguan jiwa, terkena HIV/AIDS, organ tubuhnya menjadi rusak, dan memorinya berjangka pendek. Dari segi sosial, sang pengguna bisa tidak dipercaya oleh orang-orang di lingkungannya. Uang yang dipakai untuk membeli narkoba sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk lebih banyak hal penting, seperti disumbangkan kepada orang-orang yang memerlukan. Intinya, narkoba akan menghancurkan masa depan! Ngeri!

 Anggota OrkeXtra menunjukkan perilaku pemakai narkoba.

Penjelasan seputar narkoba ini menjadi lebih menarik dengan ilustrasi yang diberikan oleh OrkeXtra. Terkadang, siswa-siswi yang menonton tertawa karena ilustrasi tingkah laku pengguna narkoba yang mengundang tawa, hingga kaget karena terdapat ilustrasi tingkah laku yang mengejutkan, seperti berteriak dengan kencang. Ditambah lagi, siswa-siswi juga diajak untuk membantu OrkeXtra menggambarkan pengguna narkoba. Kadang, seorang siswa akan ditarik oleh kakak-kakak dari OrkeXtra untuk maju dan berperan sebagai korban dari para pemakai narkoba, seperti dipukuli. Tapi tenang saja, mereka yang maju tidak dipukuli secara asli kok. Penampilan akhirnya ditutup dengan penampilan lagu ‘Karen Cinta’ oleh OrkeXtra dan promosi film yang nanti akan tayang, yaitu ‘Cukup Gue 2’, mengisahkan tentang kehidupan pecandu narkoba.
Sudah tahu jenis-jenis dan dampak dari narkoba kan? Mengerikan! Jadi, jangan sekali-kali menggunakan narkoba. Sekali memakai, berdampak sangat buruk kepada masa depan!

[Nisa]